ORCID: identitas peneliti

Salah satu cara untuk memudahkan administrasi kependudukan, saat ini diberlakukan nomor identitas unik bagi setiap penduduk. Dengan nomor unik yang dimiliki oleh setiap warga negara, hal ini akan memudahkan identifikasi dan pencatatan untuk berbagai pelayanan pada warganya, yang meliputi pendidikan (misal tercantum pada ijasah), kesehatan (asuransi), untuk bayar pajak, pemilihan umum, passport dll. Dalam dunia riset dan publikasi juga, diperlukan hal yang sama. Satu nomor identitas oleh peneliti atau akademisi yang banyak digunakan adalah ORCID. Artikel ini akan mencoba menjelaskan tentang hal itu dan kegunaan yang bisa dimanfaatkan.

Continue reading ORCID: identitas peneliti

Advertisements

Scopus vs Sikopus

Sekitar dua tahun lalu melalui satu grup diskusi WhatsApp mendapati isi pesan yang unik yang tidak terduga. Isi pesannya memang bisa dianalisis lebih lanjut yang menjelaskan satu wajah dunia akademisi di kita. Pesannya adalah membuat jurnal Sikopus yang bermaksud untuk menyaingi Scopus. Oleh karena itu sangat menantang untuk berusaha berbagi (sharing) info tentang dunia riset dan publikasi melalui blog supaya bisa menghindari hal-hal yang tidak perlu seperti “Sikopus” tadi. Tulisan perdana di blog ini akan menjelaskan hal itu, dan selanjutnya akan berbagi serba-serbi tentang penulisan artikel ilmiah dan publikasi di jurnal internasional berdasar pengalaman dan pandangan penulis. Siapa tahu hal ini bisa bermanfaat bagi yang lainnya.

Continue reading Scopus vs Sikopus